Saat Nafsu Menghantui Kita - Al Faqih
News Update
Loading...

19 September 2018

Saat Nafsu Menghantui Kita

Bicara soal hidup, gak jarang terlitas dalam benak kita untuk bisa meraih kesuksesan. Tapi, usaha yang kita kerjakan tak sepadan dengan kesuksean yang kita mau.

Geu pribadi begitu sob. Gue mau jadi orang besar, orang yang bisa di katakan "berhasil". Tapi, perjuangan gue itu bagaikan sebuah cangkang yang kosong. Maksudnya, gue masih suka males-malesan, gue masih suka ngelakuin hal-hal yang gak ada manfaatnya, gue masih suka menuruti segala jenis keinginan "nafsu" jiwa gue yang harusnya gak semuanya bisa kita turuti, melainkan ada hal-hal yang mustinya kita lawan atau tahan. 

Pict Google
Ceritanya si empus lagi males, hehe

Hematnya, saat kita mau meraih kesuksesan, banyak dari kita yang mau menempuh dengan cara instan. Gak mau capek, gak mau susah. Pokoknya segala keinginan kita bisa terpenuhi. Itulah nafsu kita.

Dan yang harus kita sadari, di dunia ini gak ada yang instan sob. Mie instan aja kudu di rebus dulu.

Gue pernah di nasehati leh salah satu guru gue, Habib Muhammad Alydrus. Beliau pernah ngomong begini:

"Ente-ente (kamu-kamu, red.) nih, kalo nurutin males, gak akan ada habisnya. Lawan! Syetan tuh makin seneng kalo kita males."

Begitulah kurang lebih ucapannya saat menasehati gue dan kawan-kawan sewaktu di pondok, Bogor.

Gue akan mengutip syair indah dari Qasidah Burdah karya Al-Imam Abdillah Al-Bushiry, yaitu: 


وَالنّفْسُ كَالطّفِلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى ۞ حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ
Nafsu bagaikan bayi, bila kau biarkan akan tetap suka menyusu. Namun bila kau sapih, maka bayi akan berhenti sendiri

فَاصْرِفْ هَوَاهَا وَحَاذِرْ أَنْ تُوَلِّيَهُ ۞ إِنّ الْهَوَى مَا تَوَلَّى يُصِمْ أَوْ يَصِمِ
Maka palingkanlah nafsumu, takutlah jangan sampai ia menguasai-nya. Sesungguhnya nafsu, jikalau berkuasa maka akan membunuhmu dan membuatmu tercela

وَرَاعِهَا وَهْيَ فِيْ الأَعْمَالِ سَآئِمَةٌ ۞ وَإِنْ هِيَ اسْتَحْلَتِ الْمَرْعَى فَلاَتُسِمِ
Dan gembalakanlah nafsu, karena dalam amal nafsu bagaikan hewan ternak. Jika nafsu merasa nyaman dalam kebaikan, maka tetap jaga dan jangan kau lengah

كَمْ حَسّنَتْ لَذّةً لِلْمَـــــــرْءِ قَاتِلَةً ۞ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَدْرِ أَنّ السَّمَّ فِي الدَّسَمِ
Betapa banyak kelezatan, justru bagi seseorang membawa kematian. Karena tanpa diketahui, adanya racun tersimpan dalam makanan

So, saat kita selalu nurutin nafsu kita, kaya males, masih suka foya-foya, maunya main-main terus, gak giat belajar dan masih banyak yang lainnya. Semua itu harus kita lawan. Jangan sampai kita terjerumus dengan nikmatnya nafsu-nafsu kita sendiri, yang pada akirnya bisa menghancurkan kita juga.

Inilah tulisan singkat gue. Semoga gak akan vakum lagi hehe

Kuy, ngopi

Edisi kangen nge-blog :D

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done