Al Faqih
News Update
Loading...

Hikmah

[Hikmah][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Asal SEO

27 Juni 2022

Saat Berhutang Menjadi "Cool Man"

Saat Berhutang Menjadi "Cool Man"

Kalian udah pada pintar kan? Tahu artnya hutang pastinya. Menurut KBBI, hutang diartikan sebagai uang yang dipinjam dari orang lain. Selain itu, definisi lain dari hutang menurut KBBI adalah kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima. Selain berupa uang, utang juga bisa dalam bentuk aset dan atau jasa.

Artinya, "lo ngutang, lo harus bayar." Ada kewajiban "mengembalikan" barang atau uang orang lain yang sudah kita pakai sebelumnya. 

Sedari dulu, kita selalu dinasehatin, untuk sebisa mungkin menghindari hutang. kecuali kalo "kepepet" banget. Tapi, zaman sekarang, berkat adanya "kartu kredit", banyak orang yang seakan menyepelekan hutang. Gue yakin mereka tau arti dari "kartu kredit", ya sama-sama hutang kan? Tapi lebih bergaya. Sekan, berhutang dengan kartu kredit itu membuat status sosialnya menjadi naik, mungkin batinnya berkata, "anjay, keren banget gue, bisa beli ini itu."

Source: Small Business Bonfire

Cukup banyak orang-orang yang menggunakan kartu kredit namun sifatnya konsumtif, dengan tujuan ingin "terlihat kaya." Traveling sana sini, beli kendaraan baru, hp baru, sepatu baru dll, yang kesemuanya itu dibeli dengan "kart kredit", seakan udah yakin 100% dirinya bisa membayar itu semua.

Ya, itulah yang disebut, berhutang dengan gaya. Agar ingin dipandang kaya atau mapan oleh teman-temannya, keluarganya, juga leh tetangganya. Sayangnya, prilaku seperti ini banyak juga yang merespon dengan kagum atau takjub, sehingga orang yang memiliki kartu kredit menjadi kriteria baru tingkat kemapanan seseorang. Yup, terlihat macho, atau bahasa kerennya jadi Cool Man (keren).

Sejatinya, hutang tetaplah hutang. Sekalipun pakai kartu kredit. Teta ada kewajiban membayarnya. 

Nabi Muhammad SAW, mendidik kita para umatnya untuk menghindari hutang, beberapa hadis mengenai hal itu diantaranya:

Dari Tsauban r.a: Rasulullah SAW bersabda, "barang siapa yang meninggal dalam keadaan terbebas dari tiga hal yakni sombong, ghulul (khianat) dan hutang, maka dia akan masuk surga." (Sunan at-Tirmidzi).

Juga ada riwayat yang masyhur, ketika Nabi SAW enggan menyalati jenazah seseorang karena masih memiliki hutang 2 dinar, sampai seorang sahabat lainnya  bersedia menanggungnya, barulah Nabi SAW mau menyalatinya.

Hadis di atas sering diulang-ulang oleh para ustadz saat hendak menshalati Jenazah. kenapa? karena hutang, ketika seseorang itu meninggal, maka hal tersebut akan menjadi salah satu perkara yang dapat menghalanginya masuk surga.

Sepenggal nasihat dari Umar bin Abdul Aziz yakni, "...sesungguhnya hutang adalah kehinaan di siang hari dan kesengsaraan di malam hari..."

Sejatinya, tidak ada orang yang "merasa nyaman" saat memiliki hutang. Ditambah lagi, ada Debt Collector (Jasa Penagih Hutang), yang gak kalah serem dari film-film Horor.

Cekcok dengan keluarga sendiri, atau teman bahkan tetangga sendiri, akibat hutang. Banyak fenomena lucu berhutang dinegeri kita, yaitu saat orang yang berhutang ditagih, dirinya lebih galak dari yang memberikan hutang. Seakan dirinya yang ditagih hutang itu menjadi orang yang paling terzhalimi, padahal sudah jauh dari kata tempo, baginya untuk membayar hutangnya. ya, lagu lama.

Untuk para penagih hutang juga, harus dengan cara yang arif dan bijaksana (baik), karena itulah yang diajarkan kanjeng Nabi Mughammad SAW.

Biaklah dalam berhutang, apakah Islam melarang berhutang? Tidak, karena Nabi Muhammad SAW juga pernah berhutang, namun bukan unutk gaya hidup, melainkan untuk kebuuhan hidup (membeli gandum). Namun, hutang ala Nabi SAW, senantiasa memberikan "jaminan" atau gadai barang berharga yang Nabi miliki.

Kalo ada orang yang berhutang, dan punya niatan enggan membayarnya, pura-pura lupa atau kabur misalnya, itu sih namanya rampok! 

Nah, jadi beberapa bulan belakangan ini, gue ditelpon mulu oleh bank, untuk ditaari kredit :v. Wedew, nafsu gue sih bergejolak, karena dipikiran gue, bisa beli ini dan itu. Tapi tetap ada itu NGUTANG! Karenanya, gue harus menjinakkan nafsu sesaat untuk foya-foya itu dengan mengatakan NO! jika berhutang hanya untuk hal-hal yang konsumtif.

pada dasarnya, tidak ada yang salah dari berhutang, yang salah adalah saat berhutang itu menjadi sebuah habbit atau kebiasaan, dan kebiasaan itu menadjikan kita "menyepelekan" yang namanya hutang. Emang ada yang mau memberikan warisan ke anak cucunya, tapi berupa hutang? Ogah gue sih.

Oh ya, kalo sempet mampir ke IG corusel tentang hutang ini yaa. Fenomena Hutang.

2 April 2022

Tentang Ramadhan

Tentang Ramadhan

Ramadhan adalah sebuah nama bulan hitungan hijriah yang amat sangat diyakini oleh orang-orang yang beriman yaitu bulan spesial yang dikhususkan untuk umatnya kanjeng Nabi Muhammad SAW. Yups, untuk kita. Tidakkah kita mensyukuri anugerah yang besar dan agung ini? Sejatinya puasa adalah syariat yang sudah lama ada dizaman kenabian sebelum Nabi Muhammad, tapi tidak dengan Ramadhannya.


Pic by Google

Banyak riwayat berupa hadis Rasul SAW yang menjelaskan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Walau banyak juga hadis-hadis yang dinilai dha'if oleh para ulama, namun hadis tersebut terlanjur mayshur dikenal bahkan dihafal oleh banyak masyarakat khususnya di Indonesia. Semisal, "Siapa yang bergembira dengan masuknya Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya dari semua neraka."

"Trus kita gak boleh gembira gitu?"

Ya gak gitu juga. Gembira itu merupakan ekspresi cinta terhadap sesuatu. Apalagi bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, apakah salah? Didalamnya adalah bulan penuh keberkahan, banyak sekali keistimewaanya yang didukung dengan riwayat-riwayat hadis yang shahih.

Ada riwayat dikitab Hilyatul Auliya, mengenai harapan seorang ulama bernama Yahya bin Abi Katsir untuk disampaikan bulan Ramadhan kepadanya (riwayat berasal dari Abu 'Amr Al-Auza'i). Seraya dia melantunkan do'a, "Ya Allah, selamatkanlah aku agar bisa berjumpa dengan Ramadhan, selamatkanlah aku agar berhasil menjalani Ramadhan, dan terimalah amalku."

Diantara riwayat yang masyhur dan shahih seputar Ramadhan adalah:

1. Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan
2. Dibukakannya pintu-pintu syurga
3. Ditutupnya pintu-pintu api neraka
4. Dibelenggunya syaithan-syaithan
5. Ada malam spesial yakni Lailatul Qadr
6. Jalan dihapuskannya dosa-dosa lampau
7. Waktu yang mustajab untuk berdo'a
8. Pembebas dari api neraka

Riwayat-riwayat diatas sering disampaikan oleh para dai atau ustadz-ustadz kita di kampung-kampung. Untuk redaksinya sengaja gak gue kutip ya, karena tulisan ini hanya sebatas mau mengingatkan saja seputar keistimewaan bulan Ramadhan.

Lanjut, sebenarnya bukan ini inti dari tulisan ini. Pada bulan Ramadhan, para shalihin (orang-orang shalih) menjadikan sebuat moment penting dalam mengupgrade amal shalihnya. Sejatinya, kegembiraan mereka (orang-orang shalih) gak cuma ngomong doang. Tapi, dibuktikan dengan spirit nyata.

Sebut saja misalnya, Imam Syafi'i. Ada riwayat tentang beliau, konon, selama Ramadhan, Imam Syafi’i menghatamkan Al-Quran enam puluh kali, dua kali dalam semalam di dalam shalat. Waw.

Kalo kita gimana ya? Udah berapa kali Ramadhan yang kita jumpai, namun amal-amal didalam bulan Ramadhan yang kita kerjakan hanya sebatas gitu-gitu aja. Bahkan relatif monoton dengan ibadah apa adanya. Sory, redaksinya gue ubah, bukan kita, tapi gue. :(.

Mungkin satu lagi redaksi yang gue kutip tentang spirit salah seorang shalih. Dari Ash-Shultu bin Bashtham; dia berkata, “Setiap malam, Hammad bin Abi Sulaiman menyajikan hidangan buka puasa untuk seratus orang selama bulan Ramadhan. Jika malam Idul Fitri telah tiba, dia akan membagikan pakaian kepada mereka satu per satu, serta memberi mereka uang masing-masing seratus.” (Al-Karamu wal Juwdu wa Sakha’un Nufusi, juz 1, hlm. 5)

Kalo diterusin ngintip kisah-kisah orang-orang shalih saat Ramadhan, kayanya kita makin jiper ya. Makin malu. Sebagai seorang hamba-Nya, banyak banget yang kita mau dan minta dari-Nya. Tapi sedikit sekali bagi kita untuk senantiasa berzikir (mengingat)-Nya.

Ya Allah, ampuni hamba-Mu ini. 

Yuk, awali menyambut bulan Ramadhan ini dengan Bismillah, selalu meluruskan niat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Untuk meraih cinta dan kasih sayang-Nya (Ridha-Nya).

#RamadhanKariem

21 Maret 2022

Saat Iblis Berencana untuk Taubat

Saat Iblis Berencana untuk Taubat

Tau Iblis? Ya, Iblis, makhluk durhaka, pembangkang sekaligus nenek moyangnya makhluk yang sombong. Seringkali kita secara terang-terangan atau tidak, ikut dalam "melaknat" si Iblis. Tapi, apakah kalian tau? Kalau ternyata Iblis ada niatan untuk taubat. Wah, Iblis aja punya niatan unutk taubat, masa kita enggak?

Ceritanya begini, suatu ketika Iblis datang menjumpai nabi Musa a.s. Lalu Iblis meminta kepada Nabi Musa a.s untuk memohonkan ampun atas dirinya dari segala dosa yang pernah ia lakukan.

Ilustrasi setan. (Istimewa/Bogordaily.net)

Sebagaimana kita tahu, Nabi Musa a.s adalah seorang nabi yang dapat bercakap-cakap langsung dengan Allah, Kalimullah.

Lanjut cerita, Iblis berkata kepada Nabi Musa a.s, “Wahai Musa, kamu adalah manusia pilihan Allah dengan risalah kenabian dari-Nya, dan Allah berbicara kepadamu dengan pembicaraan yang secara langsung. Dan aku (Iblis) saat ini ingin bertaubat (atas dosa ku itu). Maka, tolonglah aku, mohonkanlah (kepada Allah) keringanan bagiku kepada Tuhanku Yang Maha Agung dan Mulia agar Dia menerima taubatku.

Usai mendengarkan permintaan Iblis, Nabi Musa a.s pun berdoa kepada Tuhannya. Maka, Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa a.s, “Wahai Musa, telah dahulu pada pengetahuan-Ku bahwasannya Iblis tidak akan pernah bertaubat. Tetapi aku adalah Dzat yang Maha menerima Taubat lagi Maha Penyayang. Jika Iblis ingin bertaubat, sujudlah dia kepada Nabi Adam a.s di atas kuburnya. Jika ia melakukan itu, maka aku akan menerima Taubatnya."

Disini, singkatnya Allah menjawab permintaan si Iblis untuk merevisi kembali sujudnya (sebagai bentuk penghormatannya) kepada Nabi Adam a.s yang dulu belum dilaksanakan olehnya, karena membangkang merasa lebih baik dari Adam a.s.

Saat hal ini disampaikan oleh Nabi Musa a.s kepada Iblis, lantas Iblis pun meresponnya dengan respon yang penuh amarah dan kesombongan. Seraya ia berkata, "Saat Adam hidup saja aku tidak mau bersujud kepadanya, apalagi saat ini ketika ia telah mati."

Seakan Iblis bilang, mau sampai gue matipun, gue ogah, ora sudi, sujud ke Adam.

Yang unik disini, usai mendapatkan jawaban dari nabi Musa a.s, walau pada akhirnya Iblis enggan melakukan hal yang diprintahkan Allah kepadanya, diakhir pembicaraannya, Iblis justru memberikan wejangan kepada nabi Musa a.s. Yaitu:

Iblis kembali berkata, “Wahai Musa. Sungguh, engkau memiliki hak atasku karena dirimu telah memohonkan keringanan kepada Tuhanku. Ingatlah dariku akan tiga keadaan supaya engkau selamat dari kebinasaan dalam ketiga keadaan itu.

Pertama, ingatlah aku saat dirimu marah, karena saat itu akulah yang berbisik dalam hatimu dan pandanganku ada dalam pandanganmu, aku masuk ke dalam dirimu melalui alirah darah. Kedua, ingatlah aku ketika engkau dalam peperangan, karena sesungguhnya akulah yang mendatangi manusia saat peperangan, lalu aku ingatkan mereka akan anak dan istrinya hingga akhirnya pun mereka lari dari peperangan. Ketiga, janganlah engkau duduk bersama perempuan yang bukan mahrammu, karena aku adalah perantaranya kepadamu dan perantaramu kepadanya (untuk berbuat zina).”

Kisah ini dikisahkan oleh Ibnu Asakir dalam kitabnya At Tarikh Dimasyq. Juga diceritakan dalam sumber lainnya seperti Bada'i'uzzuhur, dan Mukasyafatul Qulub, dengan kurang lebih riwayat penceritaan yang hampir serupa.

Menarik bukan? Sejelek-jeleknya Iblis, terbsesit dalam hatinya untuk kembali ke jalan yang benar. Walau pada akhirnya niatan baiknya itu terhalangi karena kesombongannya.

Juga dari kisah ini, bagaiman kita tidak semakin kagum dengan sifat Allah SWT yang amat Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, pintu kasih sayang dan ridha-Nya terbuka bagi siapa saja yang hendak berdiri menghamba dihapannya, termasuk Iblis sekalipun.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karunia-Mu dan rahmat-Mu, karena tidak ada yang memilikinya kecuali hanya Engkau,” (HR Abu Nu'aim).

10 Maret 2022

Kata "Anjay" Bisa Masuk KBBI?

Kata "Anjay" Bisa Masuk KBBI?

Kasus mengenai kata "anjay" mungkin udah rada basi yaa. Intinya kalian semua udah fahamlah, kalau dalam sejarah hidup kita di abad ke-21 ini, pernah ada keributan se-INDONESIA karena kata "anjay".

Sedikit flasback, jadi waktu itu ada sosok ngartis yang mempermasalahkan kata "anjay", yang menurutnya kata tersebut konotasinya negatif, bahkan dapat merusak moral bangsa. Wadaw, ngeri bet :v. 

Walhasil, diapun  mencoba mengedukasi masyarakat untuk menghindari penggunaan kata "anjay" ini. Ya, its ok. Tapi... kasusnya gak selesai sampai disitu, sampai-sampai KPAI ikut terlibat secara langsung dalma pelarangan kata "anjay" ini, yang katanya bisa berujung P I D A N A !

Fenomena ini terjadi ditahun 2020-an, kalo gak salah sih bulan September. (Sengaja gue nulis tema ini, buat arsip generasi kedepan juga kwkwk). Intinya, serem dah, hanya karena "anjay" bisa dipidana.

Karena hal tersebut, pastinya yang komentar Pro dan Kontra banyak banget dong, dari politisi, artis, komika, bahkan netizen ramai mendiscuss hal tersebut. Yang bikin konten seputar kasus itu juga buanyak banget, dan pastinya bikin cuan, tanya aja bang Deddy Corbuzer, hehe.

Tapi bukan itu yang mau gue omongin.

Kalo dari hasil observasi seorang Faqih nih ya, penggunaan kata "anjay" itu sangat variatif. Ada yang terkesan kasar, ada juga yang terkesan biasa aja. Yaa, kalian juga ngerasain hal tersebutkan?

Walau katanya nih ya, kata "anjay" itu punya asal usul yang panjang, yang beranak dari kata "anjing", yang biasa dipake orang Indonesia sebagai umpatan.

Sumber : Google

Dalam pertemanan gue, (walau gak punya banyak temen :v), kata "anjay" sering dipake sebagai bentuk mengagumi sesuatu. Misalnih yaa, saat ada teman gue yang lagi reuni bawa motor baru, ada aja yang nimpalin, "anjaaaaaaay, motor baluuuu." "anjaaaaaaay, dapet skin epic." (bocah ML pas buka event), dll.

Jarang make kata "anjay" pas lagi marah, mungkin ada, tapi di lingkupan sekitar gue kayanya gak ada. Kalo mereka marah, biasanya frontal kaya biasa, :v "ah! anjing!" ya, itu tidak baik yaa adic-adick.

Kebiasaan penggunaan kata "anjay" yang makin marak dinegara tercinta kita, menurut gue nih ya (full opini), boleh jadi hal tersebut dapat memicu satu kata baku yang diakui secara resmi, alias masuk dalam KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Emang iya? Ya gak tau, kan cuma opini :v.

Dalam ilmu sotoy gue, seinget gue, dosen gue itu pernah menjelaskan, kalau bahasa itu terus berkembang, tergantung penggunaannya dilapangan, dalam hal ini ya kita semua sebagai masyarakat. Bahkan, dalam sejarah tercatat, perubahan-perubahan yang terjadi dalam bahasa Inggris. You bisa searching sendiri ya di google.

Artinya, semakin sering kata "anjay" ini digunakan, gak mustahil lata tersebut masuk dalam KBBI. Yang kalau kalian amati, KBBI juga terus update, sekarang aja udah Edisi ke-5.

Mengenai arti "anjay" yang katanya kasar, atau juga ada yang mengatakan biasa aja, itu karena proses fenomenanya yang berbeda, sehingga menjadikan multitafsir, tergantung konteks dan siapa penggunanya.

Pada akhirnya, tulisan gak guna ini cuma mau nunjukin, kalau gue juga sebagai user kata "anjay" kwkwk tapi sebagai bentuk pengaguman terhadap sesuatu, itupun gue ucapin hanya ke teman-teman terdekat aja kok, tapi versinya agak beda, yaitu, "anzaaaaayyyy." hehe, beda tajwid.

So, gue juga gak ngerti kenapa nulis ini. Boleh dikata, ini adalah artikel perdana gue setelah sekian abad gak nulis di blog, karena galau masalah themplate blog yang penuh troble, tapi alhamdulillah, ketemu orang baik yang bisa bantu benerin themplate blog ini sehingga cukup terlihat elegan kan? Yoe.

15 Mei 2021

Menikah itu Obat (Kisah Ibnu Sina Menyembuhkan Pasien dengan Anjuran Menikah)

Menikah itu Obat (Kisah Ibnu Sina Menyembuhkan Pasien dengan Anjuran Menikah)

Bulan Syawal identik dengan bulan nikah. Karena memang disunnahkan menikah pada bulan Syawal, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW saat menikahi Sayyidah Aisyah ra. Pertanyaannya adalah "situ calonnya ada gak?" hehe

Bicara tentang Ibnu Sina, beliau adalah salah satu ilmuwan muslim yang sangat masyhur didunia. dan salah satu karya fenomenalnnya yang menjadi rujukan banyak kampus-kampus dalam amaupun luar negeri adalah Qanun fi al-Thib. Beliau ilmuwan yang ahli dibanyak bidang, seperti filsafat, kimia, astronomi bahkan juga kedokteran, dan judul buku yang baru saja disebut adalah karya beliau dalam bidang kedokteran.

Sekarang kita ke topik utama mengenai "Menikah itu Obat". Salah satu teori kesehatan yang sangat terkenal dari beliau adalah bahwa sakit tidak melulu disebakan oleh lemahnya fisik tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi kejiwaan yang lemah. Teori ini ditemukannya ketika menangani seorang pasien yang sakit secara fisik tetapi bukan disebabkan karena gangguan fisik melainkan kejiwaannya sedang melemah.

 

9 Mei 2021

Ngeghibahin Guru Sendiri

Ngeghibahin Guru Sendiri

Ghibah atau kata lainnya adalah menggunjing. Sederhananya, yang dimaksud ghibah atau menggunjing adalah membicarakan aib atau keburukan orang lain. 

Dikalangan pelajar, baik anak umum (non-pesantren) maupun kalangan santri (pesantren), adalah salah satu kegiatan yang susah untuk dihindari adalah "nongkrong" bareng kawan, baik di kantin-kantin sambil menikmati secangkir kopi dam cemilan-cemilan, maupun di pinggir-pinggir jalan (malah kalau santri, jangankan di asrama, dikamar mandipun kadang bisa buat tempat nongkrong :v), seakan ada slogan yang tumbuh secara akami, yaitu "Dimanapun jadi, asal oke".

30 Mei 2020

Kamu Pasti Bisa!

Kamu Pasti Bisa!

Pernah merasa lemah? Tidak berbakat? Menjadi pihak yang kalah? SERING! Apalagi posisi kita, terutama gue pribadi, masihlah diposisi rendah, dalam artian belum melangkahkan kaki secara signifikan untuk meraih hal yang ingin di raih.

Memang, saat kita dihadapi dengan hal-hal yang menurut kita tidak mampu, sulit, melelahkan, itu adalah hal yang menakutkan. Padahal sebagaimana janji Tuhan, kalau disetiap kesulitan itu ada yang namanya kemudahan.
Serach on Google

15 Mei 2020

Ketika Nabi Musa AS Sakit Gigi

Ketika Nabi Musa AS Sakit Gigi

Sebagaimana sifat para Nabi yang memiliki sisi basyariyah, yang juga mengalami rasa lapar, sakit dll tanpa mengurangi sedikit kehormatannya. Alkisah Nabi Musa AS yang terkenal sebagai seoran nabi yang Kalimullah atau orang yang (sering) berdialog dengan Allah, suatu ketika beliau pernah sakit gigi.

Karena kalimullah, beliau akhirnya langsung bermunajat (bertanya) kepada Allah untuk meminta obat sakit giginya. Lantas Allah memerintahkan beliau untuk mencari rerumputan tertentu yang telah di "diresepi" langsung oleh Allah.

7 Mei 2020

Buku yang Memotivasi Diri Sendiri - Cari Alasan Bolos @Monday? | Review Buku

Buku yang Memotivasi Diri Sendiri - Cari Alasan Bolos @Monday? | Review Buku

Bermula dari ketidak sengajaan, gue menghampiri ruko kecil yang menjual beraneka ragam buku baru yang hargnya murah gila! Mungkin karena buku-buku stok sisaan Gramedia kali yaa, tapi bener-bener orisinil 100%, dan gue mendapatkan buku bagus ini hanya dengan harga Rp. 10.000,00.

Buku yang berjudul "Cari Alasan Bolos @Monday?" merupakan buku berjenis motivasi yang sebenarnya topik yang dibahas adalah sesuatu yang sederhana, namun sering kali kita mengabaikannya. 

Sebelum masuk ke pembahasan bukunya, berikut adalah profil singkat buku yang akan di review ini.

1 Mei 2020

Mengenal Abu Nawas dalam Potret Milenial - Abu Nawas Casanova | Review Buku

Mengenal Abu Nawas dalam Potret Milenial - Abu Nawas Casanova | Review Buku

Hello guys, ketemu lagi dengan Mr. AJ si tukang “tinjau ulang“ buku. (Woi ini blog faqih abduh, ukan blognya Mr. AJ). Edisi kali ini, masih buku style komik tapi berbeda genre dari buku sebelumnya. Kalian pasti sudah kenal sosok Abu Nawas kan guys ? (Mmm..untuk kaum milenial, agak meragukan). Yup, tokoh yang sangat lucu dengan anekdot-anekdotnya yang terkenal namun juga memiliki nilai dan sarat akan hikmah. Buku ini berjudul “Abu Nawas Casanova Alay Timur Tengah abad ke-9 “.

Follow ig @faqihabduh 

9 April 2020

28 Maret 2020

Kenapa Harus Menjadi Seperti Bintang? (You Must be a Superstar)

Kenapa Harus Menjadi Seperti Bintang? (You Must be a Superstar)

Sejak dulu, apakah kalian merasa "terdoktrin" untuk menjadi seorang Superstar? Bukan untuk menjadi orang yang harus memiliki kekuatan super, melainkan orang yang bersinar. yup, bisa diartikan, kita senantiasa terus di ajarkan untuk menjadi orang yang berprestasi. 
 
Baik itu dalam bidang akademik, maupun segi lainnya. 
 
Penilaian untuk menjadi bersinar itu tentulah memiliki variasi warna tersendiri. Ada yang mempunyai batasan-batasan khusus agar seseorang tersebut dapat memperoleh sebuah "bintang" atau apresiasi. Seperti ada yang harus menjadi top score musiman, ada juga yang harus menjadi seorang Diva kelas dunia dan lain-lain.
 
Source Google

27 Maret 2020

Belajar Ringkas Persoalan Tafsir Mimpi

Belajar Ringkas Persoalan Tafsir Mimpi

Halo sob, kalian pasti pernah mengalami mimpi kan? Mulai dari mimpi yang mainstream (makan seblak pedes level 15), yang horror (dikejar-kejar Mbak Kunti) atau mimpi yang paling mustahil terjadi sekalipun (berakhirnya masa jomblo).

Sebenarnya mimpi itu apa sih?

Sedangkan dalam Islam sendiri, memang tidak dijelaskan dengan detail dan pasti hakikat mimpi itu apa (mungkin ada beberapa, tetapi tidak menjadi kesepakatan ulama), namun ada beberapa ayat Al Qur’an dan Hadits yang menceritakan atau menjelaskan sesuatu yang terkait dengan mimpi. 

Asal SEO

Slice of Life

[Slice-of-Life][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done