Tips Updet Status (Medsos) ala Imam Asy Syafi'i

Omongan seseorang di medsos sekarang udah makin parah. Cacian makian sudah sangat mudah di jumpai. Tak ada etika dan adab yang di perhatikan. Sekilas, ocehannya di medi sosial menghilangkan nilai utama dari ajaran Islam, yaitu ber-akhlak yang baik.

Pic Google

Perkataan yang merendahkan seseorang, seperti g*blok, t*lol, dan kata-kata kasar lainnya seperti b*bi, anj*ng dan m*nyet, sudah amat biasa di jumpai pengguna medsos. Apapaun itu (Fb, Twitter dll).

Mirisnya lagi, seseorang yang di caci maki adalah orang yang lebih tua, para guru, ustadz, kyai, dan tokoh-tokoh penting.

Yaa, karena itu, gue mau berbagi nasihat sedikit, sebagaimana gue dapatkan dari buku Tafsir Al-QUran di Medsos kaya Prof. Nadirsyah Hosen, yang mana beliau mengutip perkataan Imam Asy SYafi'i sebagaimana tertulis pada kitab Al-Mustashraf fi Kulli Fannin Mustazhraf, yaitu:

إذا أراد أحدكم الكلام فعليه أن يفكر في كلامه
Kalo mau ngomong, pikirin dulu (baik di medsos atau di depan publik)


فإن ظهرت المصلحة تكلم 
Kalo omongan lo ada mashlahatnya, ya udah, ngomong deh


وإن شك لم يتكلم حتى تظهر
Kalo ragu, yaa jangan ngomong, samapai jelas maslahatnya

Begitulah Imam Syafii mengajari kita, supaya tehindar dari mem-bully seseorang.

Dan tambahan dari gue, coba kita liat sejarah, sebagimana tertulis di kitab Al-Risalah Qusyairiyah halaman 122, yang menceritakan, kalau Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq selama setahun menaruh di mulutnya sebuah batu, agar beliau sedikit berbicara.

SUbhanallah, begitulah akhlak orang soleh. Yang sadar akan bahayanya lisan. Terlebih di era sekarang ini, bukan hanya lisan di dunia nyata saja yang perlu di perhatikan, akan tetapi lisan di medsos pun sudah menjadi prioritas utama juga.

Wallahu 'alam

Refrensi:

- Tafsir Al Quran di Medsos
- Al-Risalah Qusyairiyah

Comments